Senin, 14 Februari 2011

PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP RENTABILITAS PERUSAHAAN PADA PT. X


PENGARUH MODAL KERJA TERHADAP RENTABILITAS
PERUSAHAAN PADA PT. X
MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Seminar Manajemen
Keuangan
Oleh :
Fipiet Dwifitriani
NIM : 3402070040

FAKULTAS EKONOMI
PRODI MANAJEMEN
UNIVERSITAS GALUH
CIAMIS
2009
KATA PENGANTAR
Dengan mengucap syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah swt yang telah
memberikan rahmat dan karunianya kepada penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan pembuatan makalah ini dengan judul “Pengaruh Struktur Modal
Terhadap Nilai Perusahaan X”.
Tujuan penulis membuat makalah ini untuk memenuhi salah satu tugas Mata
Kuliah Seminar Manajemen Keuangan.
Dengan ini penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian makalah ini, meskipun dalam pembuatan ini masih
jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan saran dan masukan yang
bersifat membangun agar makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan
masyarakat pada umumnya.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah sekarang ini tidak
lain bertujuan untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, antara lain
diwujudkan melalui kebijakan deregulasi diberbagai bidang usaha.
Dalam era deregulasi ini, pemerintah mengurangi campur tangan secara
langsung dalam mengatur dan mengendalikan perekonomian, sifat dan dinamika
dunia usaha bersumber pada inisiatif dan kreativitas dunia usaha sendiri. Peranan
mekanisme pasar di dalam kegiatan ekonomi semakin besar, sehingga kalangan
dunia usaha dituntut untuk berpacu dalam memenangkan pasar melalui
peningkatan efisiensi dan produktivitas.
Untuk mewujudkan semua tuntutan tersebut diperlukan suatu prinsip
pengelolaan yang efektif dan efisiensi serta produktif terhadap semua bagian yang
ada di perusahaan. Serta ditunjang oleh suatu tindakan pengendalian yang efektif
untuk mencegah timbulnya penyimpangan yang mengganggu terhadap kinerja
perusahaan.
Efisiensi operasi perusahaan akan berperanan penting terhadap
keberhasilan perusahaan dengan adanya laju pertumbuhan penjualan yang
meningkat. Peningkatan laju pertumbuhan penjualan membutuhkan adanya
penambahan pembiayaan, baik pembiayaan dalam aktiva lancar maupun aktiva
tetap.
1
Pembiayaan dalam aktiva lancar memiliki sifat mudah diuangkan dan
merupakan jumlah yang besar dalam perusahaan sehingga memerlukan perhatian
yang seksama dari manajer keuangan.
Pertumbuhan penjualan dengan kebutuhan pembiayaan aktiva lancar
memiliki hubungan yang langsung dalam perusahaan dagang. Contohnya bila
dalam perusahaan terdapat peningkatan penjualan secara kredit, maka piutang
dagang perusahaan akan meningkat pula. Peningkatan penjualan ini juga
mempengaruhi peningkatan persediaan barang. Disisi lain, perusahaan
memerlukan sumber pembiayaan dengan adanya peningkatan penjualan tersebut.
Hal diatas menghendaki pengaturan keuangan dalam aktiva lancar dan
hutang lancar yang berhubungan langsung dengan volume penjualan. Oleh karena
itu, dalam pengelolaannya, khususnya aktiva lancar yang terdapat dalam
manajemen modal kerja adalah cara yang tepat untuk digunakan dalam
meningkatkan penjualan agar perolehan laba perusahaan dapat meningkat.
Dalam upaya mewujudkan operasi perusahaan yang efisien, ukuran
keberhasilan belum cukup hanya dilihat dari besarnya laba yang diperoleh, tetapi
harus dilihat dari rentabilitasnya. Usaha perusahaan harus diarahkan pada
pencapaian tingkat rentabilitas maksimal.
Berdasarkan alasan diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian serta membahas masalah tersebut yang dituangkan dalam skripsi yang
berjudul: “Pengaruh Modal Kerja terhadap Rentabilitas Perusahaan pada PT. X”.
2
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian diatas, maka masalah-masalah yang
diidentifikasi adalah:
1.Bagaimana perkembangan modal kerja pada PT. X?
2.Bagaimana perkembangan rentabilitas ekonomi PT. X ?
3.Bagaimana pengaruh modal kerja terhadap rentabilitas ekonomi pada PT. X?
3
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Definisi Variable X
Yaitu variabel yang mempengaruhi variabel lain dalam kaitannya dengan
masalah yang sedang diteliti. Adapun variabel independen dalam penelitian ini
adalah Modal Kerja.
Modal diartikan oleh Alex S. Nitisemito (1983 : 30). Modal adalah elemen
– elemen dalam aktifa suatu neraca yang berupa uang kas, bahan baku, mesin,
gedung dan sebagainya. Sedangkan sumber dana modal adalah apa yang dapat
dilihat dalam pasiva suatu neraca yaitu : hutang lancar, hutang jangka panjang dan
modal sendiri”
2.2 Definisi Variable Y
Yaitu suatu variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain dalam kaitannya
dengan masalah yang diteliti. Adapun variabel dependen dalam penelitian ini yaitu
Rentabilitas Ekonomi.
Menurut Josep L. Right (1989). Rentabilitas ekonomi ialah perbandingan
antara laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk
menghasilkan laba tersebut dan dinyatakan dalam persentase. Oleh karena
pengertian rentabilitas sering dipergunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan
modal didalam suatu perusahaan, maka rentabilitas ekonomi sering pula
dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang
bekerja didalamnya untuk menghasilkan laba.
4
2.3 Kerangka Pemikiran
Perkembangan dan pertumbuhan adalah sesuatu yang selalu menjadi
perhatian utama bagi setiap manajemen dalam mengelola usahanya, karena selain
merupakan salah satu keberhasilan bagi manajemen juga merupakan cara yang
efektif dalam mempertahankan hidup perusahaan dalam lingkungan yang cepat
berubah. Sehubungan dengan itu, pada umumnya setiap perusahaan telah
mempersiapkan perencanaan yang sistematis untuk dapat mengarahkan dan
mengendalikan sumber dayanya untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan
yang diharapkan.
Dalam kenyataan perkembangan dari pertumbuhan perusahaan dapat
ditentukan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah melalui perluasan modal, baik
perluasan modal kerja atau modal kerja dan modal tetap yang digunakan secara
tetap dan terus-menerus di dalam perusahaan.
Pada PT. X, modal kerja merupakan unsur yang berperan dalam
menghasilkan pendapatan. Tingginya investasi perusahaan dalam aktiva lancar
menunjukkan hal tersebut. PT. X harus menyediakan modal kerja untuk
menjalankan kegiatan sehari-hari yang digunakan untuk membiayai kebutuhankebutuhannya
seperti pembelian suku cadang, bahan baku barang-barang,
pembayaran gaji, upah, biaya perawatan dan sebagainya.
Ketidaktepatan dalam menentukan jumlah modal kerja yang dibutuhkan
akan mengakibatkan kegiatan perusahaan terganggu, dan bila hal ini berlangsung
terus-menerus akan mempengaruhi kelangsungan perusahaan Dengan demikian
pengelolaan aktiva lancar melalui perkembangan modal kerja merupakan salah
satu aspek penting yang dibutuhkan oleh PT. X. Penerapan modal kerja yang tepat
5
akan lebih mendorong pencapaian pertumbuhan dan perluasan kegiatan
perusahaan.
Modal kerja mengandung dua pengertian pokok, yaitu pertama modal kerja
bersih (net working capital) yang merupakan kelebihan aktiva lancar diatas hutang
lancarnya. Kedua adalah modal kerja bruto (gross working capital) yang
merupakan keseluruhan dari jumlah aktiva lancar.
Pada umumnya perusahaan harus dapat mempertahankan jumlah aktiva
lancar yang lebih besar dibanding hutang lancarnya, hal ini agar perusahaan
mempunyai kemampuan untuk membayar kebutuhan-kebutuhan jangka
pendeknya. Akan tetapi dalam hubungan dengan fungsi modal kerja dalam
menghasilkan pendapatan, maka perhatian selanjutnya akan terfokus pada masalah
penggunaan dana atau alokasi dana daripada mendapatkan dana sehingga dengan
demikian pengertian yang digunakan adalah pengertian modal kerja bruto. Aktiva
lancar umumnya terdiri dari kas, efek, piutang dagang, persediaan barang dan
sebagainya. Apabila tidak tepat dalam pengelolaannya akan mempengaruhi
kelangsungan hidup perusahaan.
Hal ini dapat dilihat dari pengertian manajemen modal kerja menurut James
C Van Home (1998,374) adalah sebagai berikut:
“Working capital management is usually described as involving the
administration of these assets namely cash and marketable securities, receivable
and inventories and administration of current liabilities”
6
Manajemen modal kerja meliputi semua aspek pengaturan current account
perusahaan (aktiva lancar dan hutang lancar) dengan tujuan agar terjamin modal
kerja bersih yang acceptable (dapat diterima) yang menjamin tingkat likuiditas
badan usaha.
Disamping aspek pertimbangan likuiditas, aspek pertimbangan rentabilitas
dalam manajemen modal kerja merupakan hal yang penting, karena bagaimanapun
tujuan setiap kegiatan perusahaan adalah untuk memperoleh laba, dan salah satu
cara untuk memperbesar memperoleh laba adalah dengan meningkatkan efisiensi
penggunaan dana perusahaan melalui manajemen modal kerja. Akan tetapi laba
yang tinggi belumlah merupakan ukuran bahwa perusahaan itu telah dapat bekerja
dengan efisien. Efisien baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang
diperoleh dengan kekayaan atau modal yang menghasilkan laba tersebut.
Hal ini dapat dilihat pada pengertian rentabilitas yang dikemukakan oleh
Bambang Riyanto (2001,35) sebagai berikut: “Rentabilitas suatu perusahaan
menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang
menghasilkan laba. Dengan kata lain rentabilitas adalah kemampuan perusahaan
untuk menghasilkan laba”
7
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Modal Kerja
Dengan modal kerja dimaksudkan semua aktiva (assets) = harta-harta)
perusahaan yang hanya satu kali terpakai didalam proses produksi. Termasuk
kedalam modal kerja antara lain : bahan baku, bahan pembantu, produk setengah
jadi, dan produk jadi. Piutang-piutang yang tidak dapat seketika ditagih juga
dimasukkan kedalam golongan modal kerja.
Modal kerja adalah modal yang digunakan oleh perusahaan sebagai biaya
operasi perusahaan yang perputaran kasnya kurang sari satu tahun melalui hasil
penjualan produksinya.
Konsep modal kerja :
1. Konsep kuantitatif (modal kerja bruto) : merupakan jumlah keseluruhan aktiva
lancar.
2. Konsep kualitatif (modal kerja netto) : merupakan kelebihan aktiva lancar atas
hutang lancar.
3. Konsep fungsional : merupakan fungsi aktiva pada dana dalam menghasilkan
pendapatan.
8
Jenis modal kerja :
1. Modal kerja permanen (permanen working capital) : adalah modal kerja yang
harus terus ada pada perusahaan untuk dapat terus menjalankan fungsinya.
Modal kerja permanen dibedakan menjadi :
a. Modal kerja primer : modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan
untuk menjamin kontinuitas perusahaan.
b. Modal kerja normal : modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas
produksi.
2. Modal kerja variabel : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan
perubahan keadaan.
Modal kerja variabel dibedakan menjadi :
a. Modal kerja musiman : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah yang
disebabkan fluktuasi musim.
b. Modal kerja siklis : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena fluktuasi
konjungtur.
c. Modal kerja darurat : modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah karena
keaddaan darurat yang tidak diketahui sebelumnya.
Penentuan besarnya kebutuhan modal kerja tergantung pada besar kecilnya :
1. Periode perputaran/periode terikatnya modal kerja : merupakan keseluruhan
atau jumlah dari periode yang meliputi jangka waktu pemberian kredit,
pembelian, penyimpanan bahan baku dan jangka waktu penerimaan
piutang.
9
2. Pengeluaran kas rata-rata tiap hari : merupakan pengeluaran kas rata-rata setiap
harinya untuk keperluan pembelian bahan mentah, bahan pembantu, membayar
upah dan biaya lain.
3.2 Rentabilitas Ekonomi
Rentabilitas adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh
laba yang efektif.
Rentabilitas ekonomi adalah membandingkan antara laba usaha dengan modal
sendiri dan modal asing.
Cara mempertinggi rentabilitas :
1. Memperbesar profit margin :
a. Menambah biaya operasi sampai tingkat tertentu dengan mendapatkan tambahan
penjualan sebesar-besarnya.
b. Mengurangi penghasilan dari penjualan sampai tingkat tertentu dengan
mengurangi biaya operasi sebesar-besarnya.
2. Memperbesar Turn Over of Assets :
a. Menambah modal usaha sampai tingkat tertentu dengan tambahan penjualan
yang sebesar-besarnya.
b. Mengurangi penjualan sampai tingkat tertentu dengan mengurangi modal usaha
sebesar-besarnya.
10
3.3 Pengaruh Modal Kerja Terhadap Rentabilitas Ekonomi
Rentabilitas ekonomi ialah perbandingan antara laba usaha dengan modal
sendiri dan modal asing yang dipergunakan untuk menghasilkan laba tersebut dan
dinyatakan dalam persentase. Oleh karena pengertian rentabilitas sering
dipergunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal didalam suatu
perusahaan, maka rentabilitas ekonomi sering pula dimaksudkan sebagai
kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang bekerja didalamnya
untuk menghasilkan laba.
Rentabilitas dikaitkan dengan modal kerja adalah diukur dengan penjualan
dikurangi biaya atau laba operasi. Laba perusahaan dapat meningkat melalui dua
cara:
1. Meningkatkan pendapatan dari penjualan.
2. Menurunkan biaya-biaya.
Biaya dapat dikurangi dengan meningkatkan efisiensi pengeluaran pada
pos-pos tertentu, sedangkan pendapatan dari penjualan dapat dinaikkan dengan
meningkatkan investasi yang mampu menghasilkan tingkat pendapatan yang lebih
tinggi. Modal yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas ekonomi
hanyalah modal yang bekerja didalam perusahaan {operating assets capital).
Dengan demikian, maka modal yang ditanam dalam perusahaan lain tidak
diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas ekonomi.
Demikian pula laba yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas
ekonomi hanyalah laba yang berasal dari operasi perusahaan, yaitu yang disebut
laba usaha (net operating income).
11
Dengan demikian, maka laba yang diperoleh dari usaha-usaha diluar
perusahaan tidak diperhitungkan dalam menghitung rentabilitas ekonomi.Dari
uraian pemikiran tersebut diatas, penulis mengemukakan suatu hipotesis yang akan
dijadikan sebagai dasar pemikiran dalam penelitian dan pengujian yang dilakukan
yaitu: “ modal kerja berpengarnh terhadap rentabilitas ekonomi perusahaan”.
12
BAB IV
KESIMPULAN
Modal kerja merupakan unsur yang berperan dalam menghasilkan
pendapatan. Tingginya investasi perusahaan dalam aktiva lancar menunjukkan hal
tersebut. PT. X harus menyediakan modal kerja untuk menjalankan kegiatan
sehari-hari yang digunakan untuk membiayai kebutuhan-kebutuhannya seperti
pembelian suku cadang, bahan baku barang-barang, pembayaran gaji, upah, biaya
perawatan dan sebagainya.
Ketidaktepatan dalam menentukan jumlah modal kerja yang dibutuhkan
akan mengakibatkan kegiatan perusahaan terganggu, dan bila hal ini berlangsung
terus-menerus akan mempengaruhi kelangsungan perusahaan Dengan demikian
pengelolaan aktiva lancar melalui perkembangan modal kerja merupakan salah
satu aspek penting yang dibutuhkan oleh PT X. Penerapan modal kerja yang tepat
akan lebih mendorong pencapaian pertumbuhan dan perluasan kegiatan
perusahaan.
Modal kerja mengandung dua pengertian pokok, yaitu pertama modal kerja
bersih (net working capital) yang merupakan kelebihan aktiva lancar diatas hutang
lancarnya. Kedua adalah modal kerja bruto (gross working capital) yang
merupakan keseluruhan dari jumlah aktiva lancar.
13
Daftar Pustaka
· William L Ferrara, CAPITALBUDGETING AND FINANCING OR
LEASING DECISIONS, Artikel dalam majalah “MANAGEMENT
ACCOUNTING” Section 1, Volume XLIX, Number 10 Juli 1983.
· Avery B Cohan, FINANCIAL DECISION MAKING. Theory and Practice,
1972.
· The Ronald Press Company, New York, FINANCIAL HANDBOOK,
Fourth Edition, 1986.

0 komentar:

Poskan Komentar